Jumat, 21 Maret 2014

tugas 1



PENGENALAN DASAR DARI BAHASA C++

1. Pengenalan C++
C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang diciptakan untuk mendukung pemrograman berorientasi pada objek (Object Oriented Pragramming/OOP) yang tidak dimiliki C. sementara C merupakan bahasa pemrograman terbaik dilingkungannya, bahasa ini tidakmemiliki kemampuan OOP. Reputasi C tidak diragukan lagi dalam menghasilkan program .EXE berukuran kecil, eksekusi yang cepat, antarmuka (interfacing) yang sederhana dengan bahasa lain dan fleksibilitas pemrograman. Apa yang membuat C tampak sukar dipelajari mungkin karena tiadanya pemeriksaan tipe. Sebagai contoh, dapat mencampur bilangan bulat dengan string untuk menghasilkan karakter. Namun, justru dsitu letak fleksibilitas C, dapat mengolah data C sebebas mengolah data dalam bahasa assembly.
2. Struktur Program C++
Program C maupun C++ selalu tersusun dari 4 (empat) bagian utama, yaitu :
1. Bagian komentar yang ditandai dengan symbol // dan pasangan /* … */
2. Bagian pengarah compiler yang ditandai dengan symbol #
3. Bagian deklarasi
4. Bagian definisi
3. Tipe Data
Tipe data merupakan format yang digunakan untuk menginisialisasi sebuah variabel, dimana variabel tersebut mempunyai ukuran, size maupun bertipe string, character ataupun number. Berikut beberapa tipe data dasar dalam C++ :
Description: http://theireaj.files.wordpress.com/2012/11/tipe-data-c.jpg?w=614
4. Konstanta
Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainyapun selalu tetap. Oleh karena itu, konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program brow. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Konstanta Bilangan
2. Konstanta Teks
Penjelasannya yaitu:
1. Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain;
a. Konstanta Bilangan Bulat.
Adalah bilangan yang tidak mengandung titik desimal.
Contoh : 1, 2, 3, 100
b. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point )
Konstanta Floating Point, mempunyai bentuk penulisan, yaitu :
• Bentuk Desimal ( cth : 5.57 )
• Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( cth : 4.22e34.2 x 10^3 )
c. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision )
Konstanta Double Precision, pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point, tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.
2. Konstanta Teks
Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok, antara lain;
a. Data Karakter (Character).
Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ), angka atau notasi atau simbol.
Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain
b. Data Teks (String).
Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit
oleh tanda kutip ganda ( “ ).
Contoh : “Virusland”, “Jakarta”, “AMIK BSI”, “Y” dan lain-lain.
• Deklarasi Konstanta
Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.
Bentuk penulisannya : const tipe_data nama-konstanta = nilai konstanta;
Contoh:
const int x = 89;
5. Variabel
Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.
Dalam pemberian nama variabel, mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain;
• Tidak boleh ada sepasi ( cth : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (cth : gaji_bersih).
•Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika.
Bentuk Umum deklarasi variable :
Description: http://theireaj.files.wordpress.com/2012/11/class-java.jpg?w=614

6. Perintah Keluaran
Perintah standar output yang ada pada  C++, diantaranya adalah :
•printf()
• puts()
• putchar()
• cout()
Penjelasan:
=> Fungsi printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.
Bentuk Penulisan : printf(“string-kontrol”, argumen-1, argumen-2, …);
dan yang lainnya pun bentuknya juga sama.
7. Perintah masukkan
Perintah Masukan Adalah Perintah Untuk Memasukan Data Pada Program Yang Telah Di Buat Sebelumnya. Perintah standar input yang ada pada  C++ diantaranya adalah:
_ scanf( )
_ gets( )
_ cout( )
_ getch( )
_ getche( )
Penjelasan:
Fungsi scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah : scanf(“penentu format”, &nama-variabel);
Keterangan
simbol & merupkan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.
8. Operator Aritmatika
Operator Aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk fungsi/operasi matematika, operator aritmatika dasar untuk C++ dan tanpa proses include :
* : untuk perkalian
/ : untuk pembagian
% : untuk sisa hasil bagi (modulus)
+ : untuk penjumlahan
- : untuk pengurangan
tapi yang akan dibahas kali ini adalah operator aritmatika dasar aja, tapi sekedar pengetahuan saja, operator Aritmatika yang menggunakan file header math.h seperti berikut :
pow(a,b) : untuk pemangkatan
max() : untuk mencari nilai maximal
min() : untuk mencari nilai minimum
sqrt() : untuk menghitung akar suatu bilangan
9. Operator logika
Operator logika merupakan operator yang membandingkan hubungan antara dua hasil dari operasi pembanding. Operator logika membandingkan logika hasil dari dua operasi pembanding dan akan melakukan operasi khusus apabila bernilai benar dan apabila bernilai salah maka akan melakukan sebaliknya. Operator yang digunakan dalam operasi logika ada tiga yaitu :Logika     Keterangan
&&         Logika dan (AND)
||             Logika or (ATAU)
!              Logika not (INGKARAN)
Di bawah merupakan tabel logika dari AND, OR, NOT, yang akan terjadi apabila kondisi bernilai sebagai berikut :
Description: http://theireaj.files.wordpress.com/2012/11/a1.jpg?w=614
10. Operator Penyeleksi Kodisi
Penyeleksian kondisi dapat digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam suatu program jika suatu nilai memenuhi kondisi maka nilai bernilai benar jika tidak maka nilai bernilai salah. Untuk menguji setiap kondisi diperlukan pembanding yang biasa sama satu sama lain, lebih besar, lebih kecil, atau tidak sama dengan yang lainnya. Untuk mengujinya dibutuhkan operator yang dapat menyatakan kondisi tersebut.
Pernyataan kondisi “if…..”
Kondisi if digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah:
if (kondisi)…..
Contoh program 1 :
Kondisi If Tunggal
/*contoh program kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi*/
#include
#include
void main()
{
float nilai;
cout <> nilai;
if ( nilai >= 65 )
cout << “ Selamat ANDA LULUS !!!! ujian \n ”; getch(); }
Pernyataan kondisi “if……….Else………” Dalam structure kondisi if……..else digunkan jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk umunya adalah sebagai berikut:
Contoh program :
#include #include void main( ) { float nilai; clrscr ( ); cout <> nilai;
if ( nilai > 65 )
cout << “ Selamat Anda LULUS !!!! ujian \n ”;
else
cout( “ Anda TIDAK LULUS !!!! ujian \n ”;
getch();
}
Bentuk If Tersarang (Nested If)
Dalam berbagai persoalan, seringkali suatu bentuk seleksi bertingkat diperlukan. Bentuk seperti ini dinamakan Nested If.
Nested If berarti dalam satu blok statemet if terdapat statement If yang lain.Pernyataan If tersaarang menyebabkan eksekusi sebuah pernyataan dikondisikan pada dua atau beberapa klausa bersyarat, dimana kebeadaan blok If yang lebih dalam ditentukan oleh blok If di luarnya.
Bentuk If Tersarang (Nested If)
Bentuk struktur penulisan If tersarang :
if (ekspresi pengujian 1)
{
if (ekspresi pengujian 2)
{
Pernyatan yang akan dieksekusi jika ekspresi 1 dan ekspresi 2 bernilai logika benar
}
}
Structur kondisi “switch… case…default…”
Struktur kondisi switch…case…default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch.
Selanjutnya prose diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada dibawah ‘default’.
Bentuk umum dari structure kondisi ini adalah:
switch(kondisi)
{
case 1 : pernyataan-1;
break;
case2 : pernyataan-2;
break;
….
….
case n : pernyataan-n;
break;
default : pernyataan-m
}
11. Operasi Perulangan
Macam-Macam Perulangan dan bentuk umumnya ada 3 yaitu:
- Perulangan FOR
Digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya.
Bentuk umumnya:
for( awal ; kondisi ; counter )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
- Perulangan WHILE
Digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui.
Bentuk umumnya:
while( expression )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
- Perulangan DO WHILE
Perulangan DO WHILE dan WHILE hampir sama, perbedaannya dengan while, do … while memiliki pengecekan kondisi yang terletak setelah statement perulangan.
Bentuk umumnya:
do
{
Statementl;
Statement2;
}
while( expression )
Statement3;
12. Array
Array adalah variabel yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis. Terdapat dua bagian penting yaitu elemen array yang merupakan nilai dan endeks array yang merupakan nilai urut untuk mengakses nilai pada array.
13. Fungsi
Fungsi merupakan blok dari kode program yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Fungsi banyak dilibatkan dalam pembuatan suatu program, dengan tujuan :
Program menjadi lebih tersetuktur, sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan
Dapat mengurangi pengulangan kode.
Bentuk umum suatu fungsi adalah sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter)
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar