PENGENALAN DASAR DARI BAHASA C++
1. Pengenalan C++
C++
adalah sebuah bahasa pemrograman yang diciptakan untuk mendukung pemrograman
berorientasi pada objek (Object Oriented Pragramming/OOP) yang tidak dimiliki
C. sementara C merupakan bahasa pemrograman terbaik dilingkungannya, bahasa ini
tidakmemiliki kemampuan OOP. Reputasi C tidak diragukan lagi dalam menghasilkan
program .EXE berukuran kecil, eksekusi yang cepat, antarmuka (interfacing) yang
sederhana dengan bahasa lain dan fleksibilitas pemrograman. Apa yang membuat C
tampak sukar dipelajari mungkin karena tiadanya pemeriksaan tipe. Sebagai
contoh, dapat mencampur bilangan bulat dengan string untuk menghasilkan
karakter. Namun, justru dsitu letak fleksibilitas C, dapat mengolah data C
sebebas mengolah data dalam bahasa assembly.
2. Struktur Program C++
Program C maupun C++ selalu tersusun
dari 4 (empat) bagian utama, yaitu :
1. Bagian komentar yang ditandai
dengan symbol // dan pasangan /* … */
2. Bagian pengarah compiler yang
ditandai dengan symbol #
3. Bagian deklarasi
4. Bagian definisi
3. Tipe Data
Tipe
data merupakan format yang digunakan untuk menginisialisasi sebuah variabel,
dimana variabel tersebut mempunyai ukuran, size maupun bertipe string,
character ataupun number. Berikut beberapa tipe data dasar dalam C++ :
4. Konstanta
Konstanta
merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program
berlangsung. Konstanta nilainyapun selalu tetap. Oleh karena itu, konstanta
harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program brow. Secara garis besar
konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Konstanta Bilangan
2. Konstanta Teks
Penjelasannya yaitu:
1. Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan
dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain;
a. Konstanta Bilangan Bulat.
Adalah bilangan yang tidak
mengandung titik desimal.
Contoh : 1, 2, 3, 100
b. Konstanta Desimal Berpresisi
Tunggal ( Floating Point )
Konstanta Floating Point, mempunyai
bentuk penulisan, yaitu :
• Bentuk Desimal ( cth : 5.57 )
• Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat
( cth : 4.22e34.2 x 10^3 )
c. Konstanta Desimal Berpresisi
Ganda ( Double Precision )
Konstanta
Double Precision, pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point, tetapi
Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.
2. Konstanta Teks
Dalam hal ini konstanta teks dibagi
menjadi dua kelompok, antara lain;
a. Data Karakter (Character).
Data
karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip
tunggal ( ‘ ). Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ),
angka atau notasi atau simbol.
Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan
lain-lain
b. Data Teks (String).
Data String merupakan rangkaian dari
beberapa karakter yang diapit
oleh tanda kutip ganda ( “ ).
Contoh : “Virusland”, “Jakarta”,
“AMIK BSI”, “Y” dan lain-lain.
• Deklarasi Konstanta
Bentuk deklarasi konstanta diawali
dengan reserved word const.
Bentuk penulisannya : const
tipe_data nama-konstanta = nilai konstanta;
Contoh:
const int x = 89;
5. Variabel
Variabel
Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai
atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.
Dalam pemberian nama variabel,
mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain;
• Tidak boleh ada sepasi ( cth :
gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung
(cth : gaji_bersih).
•Tidak boleh diawali oleh angka dan
menggunakan operator aritmatika.
Bentuk Umum deklarasi variable :
6. Perintah Keluaran
Perintah standar output yang ada
pada C++, diantaranya adalah :
•printf()
• puts()
• putchar()
• cout()
Penjelasan:
=> Fungsi printf() merupakan
fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.
Bentuk Penulisan :
printf(“string-kontrol”, argumen-1, argumen-2, …);
dan yang lainnya pun bentuknya juga
sama.
7. Perintah masukkan
Perintah
Masukan Adalah Perintah Untuk Memasukan Data Pada Program Yang Telah Di Buat
Sebelumnya. Perintah standar input yang ada pada C++ diantaranya adalah:
_ scanf( )
_ gets( )
_ cout( )
_ getch( )
_ getche( )
Penjelasan:
Fungsi
scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk Umum dari fungsi
ini adalah : scanf(“penentu format”, &nama-variabel);
Keterangan
simbol
& merupkan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori
yang dituju.
8. Operator Aritmatika
Operator
Aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk fungsi/operasi matematika,
operator aritmatika dasar untuk C++ dan tanpa proses include :
* : untuk perkalian
/ : untuk pembagian
% : untuk sisa hasil bagi (modulus)
+ : untuk penjumlahan
- : untuk pengurangan
tapi
yang akan dibahas kali ini adalah operator aritmatika dasar aja, tapi sekedar
pengetahuan saja, operator Aritmatika yang menggunakan file header math.h
seperti berikut :
pow(a,b) : untuk pemangkatan
max() : untuk mencari nilai maximal
min() : untuk mencari nilai minimum
sqrt() : untuk menghitung akar suatu
bilangan
9. Operator logika
Operator
logika merupakan operator yang membandingkan hubungan antara dua hasil dari
operasi pembanding. Operator logika membandingkan logika hasil dari dua operasi
pembanding dan akan melakukan operasi khusus apabila bernilai benar dan apabila
bernilai salah maka akan melakukan sebaliknya. Operator yang digunakan dalam
operasi logika ada tiga yaitu :Logika Keterangan
&&
Logika dan (AND)
||
Logika or (ATAU)
!
Logika not (INGKARAN)
Di
bawah merupakan tabel logika dari AND, OR, NOT, yang akan terjadi apabila
kondisi bernilai sebagai berikut :
10. Operator Penyeleksi Kodisi
Penyeleksian
kondisi dapat digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi
yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam suatu program jika suatu nilai
memenuhi kondisi maka nilai bernilai benar jika tidak maka nilai bernilai
salah. Untuk menguji setiap kondisi diperlukan pembanding yang biasa sama satu
sama lain, lebih besar, lebih kecil, atau tidak sama dengan yang lainnya. Untuk
mengujinya dibutuhkan operator yang dapat menyatakan kondisi tersebut.
Pernyataan kondisi “if…..”
Kondisi
if digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bila proses yang diseleksi
terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan
diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah:
if (kondisi)…..
Contoh program 1 :
Kondisi If Tunggal
/*contoh program kondisi if untuk
memeriksa suatu kondisi*/
#include
#include
void main()
{
float nilai;
cout <> nilai;
if ( nilai >= 65 )
cout << “ Selamat ANDA LULUS
!!!! ujian \n ”; getch(); }
Pernyataan
kondisi “if……….Else………” Dalam structure kondisi if……..else digunkan jika
kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama
yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka
pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk umunya adalah sebagai berikut:
Contoh program :
#include #include void main( ) {
float nilai; clrscr ( ); cout <> nilai;
if ( nilai > 65 )
cout << “ Selamat Anda LULUS
!!!! ujian \n ”;
else
cout( “ Anda TIDAK LULUS !!!! ujian
\n ”;
getch();
}
Bentuk If Tersarang (Nested If)
Dalam
berbagai persoalan, seringkali suatu bentuk seleksi bertingkat diperlukan.
Bentuk seperti ini dinamakan Nested If.
Nested
If berarti dalam satu blok statemet if terdapat statement If yang
lain.Pernyataan If tersaarang menyebabkan eksekusi sebuah pernyataan
dikondisikan pada dua atau beberapa klausa bersyarat, dimana kebeadaan blok If
yang lebih dalam ditentukan oleh blok If di luarnya.
Bentuk If Tersarang (Nested If)
Bentuk struktur penulisan If
tersarang :
if (ekspresi pengujian 1)
{
if (ekspresi pengujian 2)
{
Pernyatan yang akan dieksekusi jika
ekspresi 1 dan ekspresi 2 bernilai logika benar
}
}
Structur kondisi “switch…
case…default…”
Struktur
kondisi switch…case…default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan
kemungkinan yang terjadi cukup banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah
satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam
switch.
Selanjutnya
prose diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Jika tidak ada nilai pada
case yang sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada
pernyataan yang ada dibawah ‘default’.
Bentuk umum dari structure kondisi
ini adalah:
switch(kondisi)
{
case 1 : pernyataan-1;
break;
case2 : pernyataan-2;
break;
….
….
case n : pernyataan-n;
break;
default : pernyataan-m
}
11. Operasi Perulangan
Macam-Macam Perulangan dan bentuk
umumnya ada 3 yaitu:
- Perulangan FOR
Digunakan untuk mengulang suatu
proses yang telah diketahui jumlah perulangannya.
Bentuk umumnya:
for( awal ; kondisi ; counter )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
- Perulangan WHILE
Digunakan bila jumlah perulangannya
belum diketahui.
Bentuk umumnya:
while( expression )
{
Statementl;
Statement2;
}
Statement3;
- Perulangan DO WHILE
Perulangan
DO WHILE dan WHILE hampir sama, perbedaannya dengan while, do … while memiliki
pengecekan kondisi yang terletak setelah statement perulangan.
Bentuk umumnya:
do
{
Statementl;
Statement2;
}
while( expression )
Statement3;
12. Array
Array
adalah variabel yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis. Terdapat
dua bagian penting yaitu elemen array yang merupakan nilai dan endeks array
yang merupakan nilai urut untuk mengakses nilai pada array.
13. Fungsi
Fungsi
merupakan blok dari kode program yang dirancang untuk melaksanakan tugas
khusus. Fungsi banyak dilibatkan dalam pembuatan suatu program, dengan tujuan :
Program menjadi lebih tersetuktur,
sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan
Dapat mengurangi pengulangan kode.
Bentuk umum suatu fungsi adalah
sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter)
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe
data bukan void */
}



Tidak ada komentar:
Posting Komentar